Rekomendasi Pupuk Sawit untuk Buah yang Paling Efektif agar Hasil Melimpah

Pupuk sawit untuk buah yang paling efektif adalah jenis pupuk dengan kandungan Kalium (K) tinggi seperti KCl (MOP), dipadukan dengan unsur Fosfat (P) dari SP-36 dan Nitrogen (N) dari Urea untuk merangsang pembentukan buah yang lebat dan berat. Selain pupuk tunggal, petani juga bisa menggunakan pupuk majemuk NPK 13-6-27-4 atau NPK 12-12-17-2 yang dirancang khusus untuk fase generatif (pembuahan) kelapa sawit. Formula nutrisi yang tepat ini terbukti mampu meningkatkan Berat Janjang Rata-rata (BJR) secara signifikan dan mencegah terjadinya buah cengkeh atau buah rontok.

Jenis Pupuk Sawit untuk Buah yang Paling Efektif

Untuk mendapatkan hasil panen kelapa sawit yang melimpah dengan kualitas minyak (rendemen) yang tinggi, petani harus memahami jenis pupuk yang dibutuhkan pada fase menghasilkan. Secara umum, ada dua pilihan metode pemupukan yang bisa digunakan, yaitu menggunakan pupuk tunggal atau pupuk majemuk (NPK).

1. Pupuk Tunggal (Urea, SP-36, dan KCl)

Kombinasi pupuk tunggal sangat digemari karena petani bisa mengatur sendiri dosis masing-masing unsur hara sesuai dengan kondisi tanah dan tanaman. Tiga unsur utama yang wajib diberikan adalah:

  • KCl (Kalium Klorida): Ini adalah kunci utama "pupuk buah". Kalium berperan penting dalam mentransfer hasil fotosintesis ke buah, meningkatkan ukuran dan bobot buah, serta menaikkan kadar rendemen minyak sawit.
  • SP-36 atau TSP (Fosfat): Berperan merangsang pertumbuhan akar baru agar penyerapan nutrisi lebih maksimal dan memperkuat stamina tanaman saat memproduksi buah.
  • Urea atau ZA (Nitrogen): Berfungsi menjaga kehijauan daun agar proses masak makanan di daun (fotosintesis) berjalan lancar untuk mendukung pembentukan buah.

2. Pupuk Majemuk NPK Khusus Pembuahan

Jika ingin lebih praktis, penggunaan pupuk NPK sangat disarankan. Untuk fase menghasilkan (TM), gunakan formula NPK dengan angka belakang (Kalium) yang tinggi, seperti NPK 13-6-27-4 atau NPK 12-12-17-2. Angka terakhir menunjukkan kandungan Kalium yang tinggi, sangat pas untuk merangsang keluarnya bunga betina yang nantinya akan menjadi dompolan buah sawit yang besar.

3. Pupuk Mikro (Borate)

Meskipun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, pupuk mikro seperti Boron (Borate) sangat krusial untuk sawit di fase berbuah. Kekurangan Boron bisa menyebabkan ujung daun mengeriting (anak daun pancing) dan memicu terjadinya buah mandul atau bunga yang gagal menjadi buah.

Dosis dan Jadwal Pemupukan Sawit agar Buah Melimpah

Pemberian pupuk tidak boleh asal-asalan. Dosis yang berlebih akan membuang biaya (pemborosan), sedangkan dosis yang kurang membuat buah sawit tetap kerdil dan berumur pendek. Berikut adalah standar rekomendasi dosis pupuk per pohon untuk Tanaman Menghasilkan (TM) umur 7-15 tahun:

  • Urea: 2,0 - 2,5 kg per pohon dalam setahun (dibagi menjadi 2 kali aplikasi).
  • SP-36: 1,5 - 2,0 kg per pohon dalam setahun (cukup 1 kali aplikasi atau dibagi 2).
  • KCl (MOP): 2,5 - 3,0 kg per pohon dalam setahun (dibagi menjadi 2 kali aplikasi).
  • Kieserit (Magnesium): 1,5 - 2,0 kg per pohon dalam setahun agar daun tetap hijau segar.
  • Borate: 50 - 100 gram per pohon dalam setahun.

Jadwal pemupukan terbaik dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada saat awal musim hujan (sekitar bulan Oktober - November) dan di akhir musim hujan (sekitar bulan Maret - April). Pada waktu-waktu ini, tanah memiliki kelembaban yang cukup sehingga akar sawit dapat menyerap pupuk secara optimal tanpa risiko pupuk menguap atau hanyut terbawa banjir.

Cara Mengaplikasikan Pupuk Sawit agar Terserap Maksimal

Agar investasi pupuk Anda tidak sia-sia, perhatikan teknik penaburan di lapangan. Jangan menabur pupuk tepat di pangkal batang kelapa sawit karena area akar aktif penyerap makanan berada agak jauh dari batang.

Bersihkan terlebih dahulu piringan (lingkaran di bawah tajuk pohon) dari gulma dan rumput liar dengan radius 1,5 hingga 2 meter dari batang. Taburkan pupuk secara merata di area piringan tersebut. Jika lahan sawit Anda berada di area miring (berbukit), buatlah rorak (parit kecil) atau tapak kuda, lalu benamkan pupuk di dalam tanah agar tidak hanyut saat hujan turun.

Pertanyaan Umum

Berapa bulan sekali sawit harus dipupuk agar buahnya lebat?

Pemupukan kelapa sawit idealnya dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dalam setahun. Aplikasi ini disesuaikan dengan kondisi cuaca, yaitu pada awal musim hujan dan menjelang akhir musim hujan agar pupuk dapat larut dan diserap sempurna oleh akar tanaman.

Mengapa buah kelapa sawit sering rontok atau pecah sebelum matang?

Masalah buah rontok dan pecah biasanya disebabkan oleh kekurangan unsur hara Kalium (K) dan Boron (B), dikombinasikan dengan kondisi tanah yang terlalu kering. Untuk mengatasinya, pastikan dosis pupuk KCl terpenuhi dan berikan pupuk Borate sebanyak 50-100 gram per pohon secara rutin setiap tahun.

Bolehkah memupuk kelapa sawit saat musim kemarau panjang?

Sangat tidak dianjurkan memupuk sawit saat musim kemarau karena pupuk memerlukan air di dalam tanah sebagai media pelarut agar bisa diserap akar. Memupuk saat tanah kering justru akan membuat pupuk menguap sia-sia ke udara atau merusak (membakar) sistem perakaran sawit akibat konsentrasi kimia yang terlalu pekat.

Next Post Previous Post