Sawit Anjlok Lagi: Sampai Kapan Petani Kita Harus Jadi Tumbal?


Halo teman-teman pembaca! Sedang hangat dibicarakan di Kalimantan Barat nih, soal nasib petani sawit kita yang lagi dibuat "pusing tujuh keliling". Gimana nggak pusing, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit tiba-tiba anjlok drastis.

Kabar ini pun sampai ke telinga Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Aloysius. Beliau menyoroti tajam fenomena ini dan meminta pemerintah serta perusahaan perkebunan untuk tidak sembarangan mengambil kebijakan yang ujung-ujungnya merugikan petani di lapangan.

Apa sih yang sebenarnya terjadi?

Jadi, gejolak harga ini mulai terasa setelah munculnya wacana pemerintah pusat mengenai tata kelola ekspor sawit melalui mekanisme "satu pintu". Meskipun kebijakan tersebut sebenarnya belum sepenuhnya diterapkan, eh, respons pasar sudah keburu "panas".

"Setelah ada penyampaian Presiden terkait kebijakan satu pintu, suasana di bawah langsung ramai. Padahal kebijakannya belum diberlakukan, tapi dampaknya sudah terasa," ujar Aloysius, Minggu (7/6/2026).

Petani Teriak, Harga Dipotong Sampai Rp1.000!

Yang lebih memprihatinkan, DPRD Kalbar menerima banyak laporan kalau ada perusahaan yang nekat memangkas harga pembelian TBS hingga lebih dari Rp1.000 per kilogram. Bayangkan, buat teman-teman petani yang menggantungkan hidup sehari-hari dari hasil panen, potongan harga sebesar itu sangatlah terasa dampaknya.

Kondisi ini jelas mengkhawatirkan. Mengingat Kalbar memiliki sekitar 2,14 juta hektare lahan sawit, di mana hampir sepertiganya dikelola oleh perkebunan rakyat, setiap fluktuasi harga pasti akan langsung memukul pendapatan ribuan keluarga petani.

Pesan Tegas untuk Perusahaan Sawit

Aloysius menegaskan bahwa di tengah gejolak ini, petani jangan sampai dijadikan "korban" dari kebijakan yang belum jelas atau sekadar spekulasi pasar. Apalagi, menurut pemantauan, harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global sebenarnya tidak mengalami penurunan yang drastis. Jadi, apa alasan perusahaan memangkas harga beli petani?

Kita tentu berharap pemerintah bisa lebih sigap mengawasi agar harga TBS tetap stabil dan adil. Jangan sampai petani yang sudah bekerja keras di kebun harus menanggung kerugian karena permainan harga di tingkat pabrik.

Semoga kondisi ini segera membaik ya, teman-teman. Kita tunggu langkah nyata dari pihak berwenang agar nasib petani sawit di Kalbar lebih terlindungi.

Menurut kalian, apa langkah paling tepat agar harga sawit tidak terus dipermainkan? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!

Next Post Previous Post